Singkat cerita karena mereka gak mau mampir kepasar gara2 gak ada duit akupun mengurungkan niat buat mampir kepasar itu. Jadinya kita bertiga langsung balik ke asrama. Sebenarnya, jarak dari asrama ke pasar kaget itu gak terlalu jauh, tetapi berhubung aku ini sebagai anak dari daerah yang gak punya kendaraan, semua perjalanan harus ditempuh menggunakan kedua kakiku yang tercinta ini, (sabar ya kakiku aku akan selalu mencintaimu :* )
Sesampainya kami di asrama, badan udah pegel banget ni, habis perjalanan panjang. Intinya setelah meminum sebotol gede air putih dan tepar beberapa menit, rasanya telapak kaki udah perih banget, pingin cepet istirahat aja bawaanya. Tetapi, beberapa menit kemudian temen-temen disamping kamarku ternyata pada mau kepasar, tanpa berpikir panjang apakah kaki ini sanggup berjalan lumayan jauh. Akhirnya aku ke pasar juga horeeee (seneng banget lo, inget lo cuman kepasar bukan ke Jerman!) sampai dipasar ya cuman beli kaos kaki, sama beli bakso ikan yang lembut banget, gorengan (makanan khas Indonesia asli idola masyarakat, murah meriah muntah dah kalo kebanyakan) Jadi pas pulang ku makan deh gorengannya mulai dari bakwan yang masih anget jadi lumayan renyah gitu (kalo bahasa kampung gue sih it's so crunchy, norak lo!) tapi sumpah enak banget dan lumayan gede untuk yang harganya cuma 500 perak perpotong, gak sekecil tukang gorengan yang biasa mangkal dekat fakultas.
Sesampainya aku dikamar ini kaki bener-bener menunjukkan haknya untuk mengutarakan pendapat kalo dia sangat kesal dipakai berjalan jauh. Bentuk ungkapannya berupa lecet-lecet di bagian telapak kaki sehingga aku udah ga sanggup jalan lagi, demi Tuhan aku gak tau apa nanti malam aku bakalan naik betis atau enggak tapi pada intinya aku mendapat sebuah pelajaran "sayangilah kakimu, karena kalau kau tidak menyayanginya, dia bisa marah dan tidak mau disuruh berjalan lagi)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar